Minggu, 08 Mei 2011

anorganik


MAKALAH

ANORGANIK 2

PLATINA DAN COBALT

IMG

Disusun oleh :

Silfia Emilda Dasmir (RRA1C109001)

Ali Akbar Al Ayuby (RRA1C109017)

Dosen Pengampu :

Drs. Abu Bakar, M.Pd.

PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2011


PLATINA DAN COBALT

Sejarah Platina

Platina yang diketemukan pada tahun 1924 di Afrika Selatan oleh seorang geologist Jerman baru beberapa puluh tahun kemudian mulai digemari masyarakat elite (Barat tentunya) dan sejak tahun 1990 harga Platina melampaui harga Emas. Platina terjadi secara alami dalam pasir aluvial berbagai sungai, meskipun ada sedikit bukti dari penggunaan oleh orang-orang kuno. Namun, logam digunakan oleh pra-Columbus Amerika dekat hari modern Esmeraldas, Ekuador untuk menghasilkan artifak dari emas putih-platinum paduan. Eropa pertama mengacu pada platina muncul pada 1557 dalam tulisan-tulisan para humanis Italia Julius Caesar Scaliger sebagai suatu deskripsi dari logam mulia yang tidak diketahui ditemukan antara Darien dan Meksiko, "yang tidak ada kebakaran ataupun buatan Spanyol belum bisa mencairkan."
Pada tahun 1750, setelah mempelajari platinum dikirim kepadanya oleh Wood, Brownrigg disajikan rinci tentang logam ke Royal Society, menyebutkan bahwa ia telah melihat tidak menyebutkan dalam rekening sebelumnya dikenal mineral. Brownrigg juga membuat catatan dari platinum's sangat tinggi titik lebur dan Ketahanan api ke boraks. Kimia lain di seluruh Eropa segera mulai mempelajari platinum, termasuk Torbern Bergman, Jöns Jakob Berzelius, William Lewis, dan Pierre Macquer. Pada tahun 1752, Henrik Scheffer menerbitkan sebuah deskripsi ilmiah detail logam, yang disebut sebagai "emas putih", termasuk tentang bagaimana ia berhasil bijih platina sekering dengan bantuan arsenik. Scheffer platinum digambarkan sebagai kurang lentur daripada emas, tapi dengan ketahanan terhadap korosi yang serupa.
Carl von platina Sickingen diteliti secara ekstensif pada tahun 1772. Dia berhasil membuat platinum dengan paduan lentur dengan emas, larut dalam paduan aqua regia, menimbulkan platinum dengan amonium klorida, memicu para chloroplatinate amonium, dan memukul-mukul halus yang dihasilkan dibagi platina untuk membuatnya berpadu. Franz Karl Sindrom Achard membuat wadah platinum pertama pada tahun 1784. Dia bekerja dengan platinum oleh sekering dengan arsenik, kemudian volatilizing arsenik.

Pada tahun 1786, Charles III dari Spanyol menyediakan sebuah perpustakaan dan laboratorium untuk Pierre-François Chabaneau untuk membantu dalam penelitiannya dari platinum. Chabaneau berhasil mengeluarkan berbagai kotoran dari bijih, termasuk emas, merkuri, timah, tembaga, dan besi. Ini membuatnya percaya bahwa ia sedang bekerja dengan satu logam, tetapi sebenarnya masih berisi bijih besi yang belum-belum ditemukan kelompok platinum logam. Hal ini menyebabkan hasil yang tidak konsisten dalam percobaan. Pada kali platinum tampak patuh, tetapi ketika paduan dengan iridium, itu akan jauh lebih rapuh. Kadang-kadang logam sepenuhnya tahan api, tapi ketika paduan dengan osmium, itu akan menguap. Setelah beberapa bulan, Chabaneau berhasil memproduksi 23 kilogram murni, lentur platinum oleh memalu dan menekan bentuk spons sedangkan putih-panas. Chabeneau menyadari bahwa infusibility dari platinum akan nilai meminjamkan benda-benda yang terbuat dari itu, dan begitu memulai bisnis dengan memproduksi Cabezas Joaquín platinum ingot dan peralatan. Ini mulai apa yang dikenal sebagai "zaman platinum" di Spanyol.

1. Platina

78

iridium ← platina → emas

Pd

Pt

Ds

Tabel periodik

Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang, Nomor atom

platina, Pt, 78

Deret kimia

transition metals

Golongan, Periode, Blok

10, 6, d

Penampilan

grayish white

Massa atom

195.084(9) g/mol

Konfigurasi elektron

[Xe] 4f14 5d9 6s1

Jumlah elektron tiap kulit

2, 8, 18, 32, 17, 1



Ciri-ciri fisik

Fase

solid

Massa jenis (sekitar suhu kamar)

21.45 g/cm³

Massa jenis cair pada titik lebur

19.77 g/cm³

Titik lebur

2041.4 K
(1768.3 °C, 3214.9 °F)

Titik didih

4098 K
(3825 °C, 6917 °F)

Kalor peleburan

22.17 kJ/mol

Kalor penguapan

469 kJ/mol

Kapasitas kalor

(25 °C) 25.86 J/(mol·K)

Tekanan uap

P/Pa

1

10

100

1 k

10 k

100 k

pada T/K

2330

(2550)

2815

3143

3556

4094

Ciri-ciri atom

Struktur kristal

cubic face centered

Bilangan oksidasi

2,4
(mildly basic oxide)

Elektronegativitas

2.28 (skala Pauling)

Energi ionisasi

pertama: 870 kJ/mol

ke-2: 1791 kJ/mol

Jari-jari atom

135 pm

Jari-jari atom (terhitung)

177 pm

Jari-jari kovalen

128 pm

Jari-jari Van der Waals

175 pm

Lain-lain

Sifat magnetik

paramagnetic

Resistivitas listrik

(20 °C) 105 nΩ·m

Konduktivitas termal

(300 K) 71.6 W/(m·K)

Ekspansi termal

(25 °C) 8.8 µm/(m·K)

Kecepatan suara
(pada wujud kawat)

(suhu kamar) 2800 m/s

Modulus Young

168 GPa

Modulus geser

61 GPa

Modulus ruah

230 GPa

Nisbah Poisson

0.38

Skala kekerasan Mohs

3.5

Kekerasan Vickers

549 MPa

Kekerasan Brinell

392 MPa

Nomor CAS

7440-06-4

Isotop

iso

NA

waktu paruh

DM

DE (MeV)

DP

190Pt

0.01%

6.5 E11 y

α

3.18

186Os

191Pt

syn

2.96 d

ε

?

191Ir

192Pt

0.79%

Pt stabil dengan 114 neutron

193mPt

syn

4.33 d

IT

0.1355e

193Pt

193Pt

syn

50 y

ε

?

193Ir

194Pt

32.9%

Pt stabil dengan 116 neutron

195mPt

syn

4.02 d

IT

0.1297e

195Pt

195Pt

33.8%

Pt stabil dengan 117 neutron

196Pt

25.3%

Pt stabil dengan 118 neutron

197mPt

syn

1.59 h

IT

0.3465

197Pt

197Pt

syn

19.8913 h

β-

0.719

197Au

198Pt

7.2%

Pt stabil dengan 120 neutron





Pengertian Platina

Platina dalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pt dan nomor atom 78. Namanya berasal dari istilah Spanyol platina del Pinto, yang secara harfiah diterjemahkan ke dalam "kecil perak dari Sungai Pinto. Sebuah padat, patuh, ulet, berharga, abu-abu-putih logam transisi, platinum adalah resisten terhadap korosi dan terjadi dalam beberapa bijih nikel dan tembaga bersama dengan beberapa deposito asli. Platinum digunakan dalam perhiasan, peralatan laboratorium, kontak listrik dan elektroda, termometer hambatan platina, peralatan kedokteran gigi, dan catalytic converters. Platinum bullion memiliki kode mata uang ISO XPT. Platinum adalah komoditas dengan nilai yang berfluktuasi sesuai kekuatan pasar.

Logam Platina

Ruthenium, Osmium, Rhodium, dan patina adalah enam anggota terberat golongan VIII. Platina adalah yang paling umum kelimpahan sekitar 10-6 % dimana yang lainnya memiliki kelimpahan dengan order 10-7% . Platina atau aliasinya digunakan dalam kontak listrik . Pd dan Pt keduanya mampu menyerap sejumlah besar volume molekul hidrogen, dan Pd digunakan untuk pemurnian H2 dengan difusi karena logam Pt adalah permiabel terhadap hidrogen secara unik.

Kompleks Platina

Terdapat beberapa kompleks Pt, suatu komplek nirayo yang terbentuk bilaman Pt dilarutkan dalam HNO3 pekat. Meskipun demikian, platina membentuk banyak kompleks oktahedral yang inert secara termal dan kinetik, berarah dari yang kationik seperti [ Pt(NH3)6 Cl4 sampai yang anionik seperti K2[PtCl6], yang terpenting adalah natrium atau kalium heksakloroplatina yang merupakan bahan awal bagi sintesis senyawa lain. Asam yang disebut “ asam kloroplatina” adalah suatu garam oksonium (H3O)2 Pt Cl6, ia dibentuk sebagai kristal jingga bilamana Pt dalam air raja atau dalam HCl jenuh dengan klor diuapkan.

Kegunaa Platina

Batang-batang rel platina digunakan seperti bedak atau spons, dan digabungkan kedalam objek padat dengan sintering. Seperti Pt kasar, digunakan dibarang permata, sepertiga dikereta, mobil dan sepertiga untuk investasi dan industri.

Pt telah digunakan dibarang permata sejak berabad-abad SM. Para pemakai yang paling awal adalah orang mesir dan orang Indian di Negara Peru serta Ekuador. Sekarang Pt ini sering dibuat untuk membuat alat Bantu intan untuk dipakai di cincin dan di permata lainnya. Hal tersebut menyerupai perak dan disebut emas putih. Nama ini digunakan untuk semua campuran logam Pd/Au.

Suatu yang baru dan meningkatkan Pt adalah didalam there way catalytic comventor ini dicoba untuk banyak mobil baru untuk mengurangi polusi gas beracun, adalah penting bahwa lead-free gasoline digunakan oleh mobil. Komponen yang utama komventor adalah suatu barang keramik yang dilapisi dengan Pt, Pd dan Rh. Gas beracun yang dibentuk mesin motor ditampung disarang pasa suhu sekitar 3000C. Logam mulia tersebut mengkomversi bahan bakar, CO dan Nitrogen kedalam CO2 dan N2 yang tak berbahaya.

Dilaboratorium Pt kadang-kadang digunakan juga untuk membuat piranti ke handie HF, juga digunakan sebagai segel kedalam gelas air soda untuk jalan elektrik menerobos gelas itu.

Platina Plantinized atau platina elektrode hitam sering digunakan untuk daya konduksi pengukuran dan ini dibuat oleh elektrolising hexakhloroplatina [PtCl6]2. platina membentuk alkil yang diturunkan oleh suatu reaksi grignard.

2. Kobal

Ditemukan oleh Brandt pada tahun 1735. kobalt adalah suatu unsur kimia yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27.

Kobal merupakan logam yang jarang ditemukan, diperkirakan hanya 20 PPm dalam kerak bumi. kobalt ditemukan dalam cadangan yang mengumpul sehingga produksi tahunannya mencapai jutaan pon. kobalt terdapat dialam sebagai senyawa sulfida, sifat mempunyai kesamaan dengan Besi. Kobal terdapat dalam mineral kobaltit, smaltit dan eritrit. Sering terdapat bersamaan dengan nikel, perak, timbal, tembaga dan bijih besi, yang mana umum didapatkan sebagai hasil samping produksi. Kobal juga terdapat dalam meteorit.

Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di Zaire, Moroko, dan Kanada. Survei badan geologis Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa di dasar bagian tengah ke utara Lautan Pasifik kemungkinan kaya kobal dengan kedalaman yang relatif dangkal, lebih dekat ke arah Kepulauan Hawai dan perbatasan Amerika Serikat lainnya.

2Co(Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan Penggolongan: Metalik Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat. contoh besar Dan kecil unsur kimia. Kobal juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Cobalt-60 ( 60Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi tinggi). unsur kimia/kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna kebiruan.

Secara umum dapat kita deskripsikan sebagai berikut :

• Nama: unsur kimia kobal • Lambang: Co • Nomor-Atom: 27 • Berat atom: 58.933200 ( 9) • Golongkan nomor;jumlah: 9 • Nomor periode;Jumlah: 4

Banyak bijih berisi unsur kobalt, tetapi tidak memiliki arti penting untuk ekonomi. meliputi sulfid dan arsenid, linnaite, CO3S4, kobaltit, Cokass, dan smaltite, Cokas2. Digunakan untuk industri, secara normal diproduksi sebagai by product dari produstion tembaga, nikel Bijih yang dibakar Secara normal membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan cuka sulphurik dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai residu dan disolves. Besi diperoleh oleh hujan, timbulnya dengan lima kapur perekat ( CaO) sedang unsur kimia/kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit sodium ( NaOCl) 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2OOH)3(s) + NaCl(aq)

Trihidroksid CO(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan karbon akan membentuk unsur kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2CO2O3 + 3C Co + 3CO2

Sifat fisis
                Kobal bersifat rapuh, logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. Kobal cenderung terdapat sebagai campuran dua allotrop pada kisaran suhu yang sangat lebar. Transformasi antara dua bentuk ini bersifat lembam dan ditemukan dengan variasi tinggi sebagaimana dilaporkan pada sifat fisik kobal.
            Warna: biru " Penampilan: padat dari kristal/jernih " Titik-Lebur: 724°C; 735°C " Mendidih titik: 1049°C " Kepadatan: 3360 kg m-3 unsur angka-angka oksidasi dan Analisa.   

Warna: hijau " Penampilan: crytalline padat " Titik-Lebur: 678°C " Mendidih titik: " Kepadatan: 4900 kg m-3 unsur angka-angka oksidasi dan Analisa.

Warna: abu-abu atau buah zaitun hijau " Penampilan: padat dari kristal/jernih " Titik-Lebur: 1830°C " Mendidih titik: " Kepadatan: 6400 kg m-3 unsur angka-angka oksidasi dan Analisa.

Warna: hitam " Penampilan: bedak " Titik-Lebur: 1182°C " Mendidih titik: " Kepadatan: 5450 kg m-3 saja.  

Element % Oksidasi formal bentuk wujud Elektronik formal Co 78.65 2 [Ar].3d7 O 21.35 -2 [He].2s2.2p6 Sintese

Element % Oksidasi formal menyatakan bentuk wujud Elektronik formal Cl 54.61 -1 [Ne].3s2.3p6 Co 45.39 2 [Ar].3d7 Co 45.39 2 [ Ar].3D7

" Ilmu ukur unsur kimia/kobalt: " Prototypical struktur: Cdcl2

Kegunaan Kobalt

Kobal terutama digunakan untuk membuat campuran dengan logam lain, dan juga molekul CO nya berikatan koordinasi dengan atom Fe Pd hemoglobin, menggantikan molekul Oksigen yng dibawa oleh hemoglobin. kobal juga banyak digunakan dalam pembuatan paduan logam yang tahan karat. paduan logamnya yang terkenal antara lain : Kobalt klorida(COCl2), larutannya berwarna merah jambu dan dapat berubah menjadi warna biru karena dehidrasi. oleh karena itu apabila ada kertas yang mengandung ion CO2+ digunakan dalam meramal cuaca, bila keadaan lembab maka kertas berwarna merah jambu dan menandakan hari akan hujan.

Salah satu makanan yang kita konsumsi ber sumber vitamin B12 yang merupakan suatu campuran yang berisi unsur kobalt, adalah marmit, tetapi unsur yang dikandung didalamnya tergolong unsur lebih lemah dan lembut.

Di Australia dikenal dengan Vegemit, sedangkan di Amerika, Marmit dicampur dengan pindakas

Digunakan untuk industri, secara normal diproduksi sebagai biproduct dari produstion tembaga, nikel Bijih yang dibakar Secara normal membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan cuka sulphurik dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai residu dan dissolves.

Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit, mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan dengan kecepatan tinggi.

Kobal juga digunakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. Sebagai alloy, digunakan dalam turbin jet, dan generator turbin gas. Logam digunakan dalam elektroplating karena sifat penampakannya, kekerasannya, dan sifat tahan oksidasinya.

Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail gigi. Garam kobal adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. Kobal digunakan secara hati-hati dalam bentuk klorida, sulfat, asetat, nitrat karena telah ditemukan efektif dalam memperbaiki penyakit kekurangan mineral tertentu pada binatang.Tanah yang layak mengandung hanya 0.13 - 0.30 ppm kobal untuk makanan binatang.

Berikut Penggunaa Kobalt secara terinci:

1. Dapat dicampur dengan besi, nikel dan batang-batang rel lain untuk membuat Alnico, suatu campuran logam memiliki kekuatan magnetis yang banyak digunakan mesin jet dan turbin gas mesin/motor.

2. Digunakan sebagai bahan baja tahan-karat dan baja magnit.

3. Digunakan di dalam campuran logam untuk turbin gas generator dan turbin pancaran

4. Digunakan di dalam menyepuh listrik oleh karena penampilannya, kekerasan, dan perlawanan ke oksidasi

5. Digunakan untuk produksi warna biru permanen dan brilian untuk porselin, gelas/kaca, serta barang tembikar, pekerjaan ubin, dan email

6. Cobalt-60, merupakan artifical isotop, dimana sebagai suatu sumber sinar penting, dan secara ekstensif digunakan sebagai suatu pengusut serta agen radiotherapeutic. Sumber 60Co yang Ringkas dan mudah.

7. Digunakan sebagai campuran pigmen cat

Pembuatan Kobalt

Unsur kimia/kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit sodium ( Naocl) 2Co

2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH‑(aq) + H2O OH)3(s) + NaCl(aq)

Trihidroksid Co(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan karbon

untuk membentuk unsur kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2Co2O3 + 3C Co + 3CO2.

Status Oksidasi

Ni menunjukkan bidang status oksidasi dari(-I) untuk (+IV), tetapi dalam kimianya, sebagian besar (+II) status (Ni(H2O)6)2+ ion adalah berwarna hijau dan stabil dalam solusi dan didalamnya banyak campuran sederhana. Ni(II) juga membentuk banyak kompleks yang sebagian besar bujur sangkar. Status oksidasi yang lebih tinggi dar semua tiga batang-batang rel adalah tidak stabil.

Pd(+II) adalah status yang paling utama, dan ketika terjadi dehidrasi ion (Pd(H2O)4)2+ dan dalam kompleks. Pd tidak terdiri dari suatu ion aqua. Kedua-keduanya Pt(+II) dan Pt(+IV) adalah penting, tetapi ini tidaklah bersifat ion.

Status zero-valent terjadi untuk semua ketiga unsure tersebut dengan mengikat ligands seperti CO. Status oksidasi (+IV) yang max. Hanya dicapai PtF6, dan Pt(+V) terjadi dalam (PtF6). Status oksidasi yang paling tinggi yang dicapai oleh Ni dan Pd adalah (+IV) didalam NiF4 dan PdF4.

Pd melarut lambat pada konsentrasi HCl dalam O2 atau Cl2, Pt lebih tahan terhadap asam tapi melarut dalam aquacegia menghasilkan asam kloroplatina H2(PtCl6).

Nikel tidak di pengaruhi alkali encer dan oleh karma itu di gunakan untuk membuat peralatan barang-barang pabrik NaOH.Pd dan Pt keduanya di serang dengan cepat oleh gabungan logam alkali dan peroksida seperti Na O .

Nikel bereaksi dengan Halogen dalam pemanasan. Ini hanya bereaksi lambat dengan tiorin. Jadi nikel dan campuran contohnya monel yang sering di gunakan untuk mengatasi korosi F dan Florida.Nikel juga bereaksi dengan S,P,Sid an B dalam pemanasan.Pd panas bereaksi dengan F ,CL , dan O . Pt kurang reaktif tapi pada keadaan panas bereaksi dengan F ,dan pada temperatur dan tekanan tinggi nikel bereaksi dengan O . Ketiga jenis logam ini mengikat H . Jumlah yang di serap menunjukan keadaan fisik logam. Akan tetapi, Pd menyerap volume H2 yang sangat beasar, dari pada logam lain. jika Pd dibandingkan dalam H2 dapat menyerap 935 kali dari volume itu saendiri.

Hidrogen bergerak dan bergabung dengan kisi-kisi metal. Konduktivitas logam palsu seperti H2 diserap. H2 dapat disusun pada saat pemanasan. gas lain, termasuk He tidak dapat diserap sehingga pada proses ini digunakan untuk menurunkan H2.

Pt(II) dan Pt(+IV) membentuk suatu perbedaan nomor yang sangat besar yang kompleks.

Tingkat Valensi (-1), (0),(+1).

Ni (-1) ditemukan dalam anion karbonil (Ni2(CO4)6)2-.

Pada tingkat valensi mol dibentuk oleh tiga logam, (NiCO4)4) di bentuk oleh penggabungan Ni dan CO. Pd susunan dan pycolisis berikutnya sangat penting pada proses moud untuk pemurnian logam.

Terlebih dahulu proses asli menjadi mutlak sekitar 1970an. suatu proses pengubahan dipakai di Canada. (Ni(CO)4) mungkin lebih mengenal karbonil tetapi stabilitasnya sangat rendah daripada karbonil-karbonil dalam golongan logam trasisi. bentuk molekul (Ni(CO)4) adalah tetrahedral, mudah menguap, sangat beracun, mudah dioksidasi dan dapat dengan mudah teerbakar. turunan phospin (Ni(PF3)4), dan dicampurkan menjadi (Ni(CO)2 (PF3)2), juga dikenali. reduksi(Ni(CN)4)2- oleh kalium dalam amoniak dalam bentuk cair menghasilkan K4(Ni(Cn)4). sifat reduksi dengan hidrazin sulfat dalam media air akan menghasilkan (K4(Ni2(CN)6).

Pd dan Pt tidak membentuk karbonil sederhana seperti (Ni(CO)4), tetapi Pd dan Pt membentuk phospin dan kompleks seperti (Pt(PPh3)4) dan (Pt(PPh3)3) 2K2(Pt”Cl4) + N2H4 + SpPh2 → 2 (Pt(PPh3)4) +4KCl + 4HCl +N2 (Pd(PPh3)3) dan (Pt(CO)2(PPh3)2) juga dikenali. ligan CO merupakan donor lemah dan acceptor Pi lebih lemah. danya karbonil sederhana pada Pd dan Pt memberi kesan bahwa Pd dan Pt mempunyai energi ionisasi tinggi. (Ni(CO)2) direduksi oleh sodium dalm amoniak cair menghasilkan suatu hidrasi karbonil (Ni(CO)3H2)(NH3)4.

Warna merah ini menjadi berkurang. reduksi boleh juga menghasilkan kelompok senyawa seperti (Ni3(CO)12)2- dan (Ni6(CO)12)2- . rangkaian kelompok senyawa seperti(Pt3(CO6)42- dibentuk deengan mereduksi (PtCl6)2+ dalam larutan alkali dibawah atmosfer CO. tidak sama dengan senyawa Pd sehingga jauh menyimpang dengan yang diamati.

Tingkat (+II)

Pada tingkat (+II) sangat untuk ketiga unsur- unsure ini ada bermacam-macam senyawa Ni + sederhana termasuk didalamnya halide, iksida, sulfide, selenida, dan telurida.. garam-garam dari semua asam-asam biasa. Ada juga beberapa 7yang kurang stabil contohnya NiCO3 dan garam-garam oksidasi ion-ion seperti (Ni(ClO4)2- ion dehidrasi (Ni(H2O)6)2+ menghasilkan warna karakteristik hijau yang banyak dehidrasi oleh garam-garam Ni. Banyak anhidrat garam Ni berwarna kuning.

Dahulu Zat kimia nikel disederhanakan oleh gtingkat (+II) yang lebih dominant. Ni(+II) kompleks sangat dikomplikasi/ dipersulit octahedral dan square planar.

Pada ion Pd2+ memiliki kompigurasi d8 dan bersifat paramaghnetik ion (Pd(H2O)4)2+ ada diair dan bersifat diamaghnetik, karena kompleks ini memiliki 4 pasangan yang mengelilingi sehingga strukturnya adalah terbentuk bujur sangkar. Semua komples Pd(+II) bersifat diamagnetik. Pada HCl yang bersifat diamagnetik membentuk ion (PdCl4)2-

PCl2 dan PtCl2 dibuat dari unsure-unsur dasr dan keduanya ini terdapat bentuk α dan ß yang mana bentuk itu tergantung pada keadaan atau kondisi tertentu yang digunakan. ada pun bentuk α umumnya.

Pd + Cl2 >550oC α (PdCl2)n

<550oC

ß- (PdCl2)

α-PdCl2 merupakan padatan tidak berongga yang berwarna merah tua sedangkan α- betrwarna hijau. pada α-PdCl2 memiliki struktur rantai polimer seperti gambar, yang mana atom Pd memilikl empat planar, yang bersifat higroskopis dan larut didalam air.

Sedangkan struktur dari α-PtCl2 tidak diketahiu, tetapi sifatnya tidak larut dalam air dan jika dilarutkan dalam HCl dapat memberikan ion (PtCl4)2+.

Bentuk ß dari PdCl2 mempunyai susunan molekul yang berbeda. Dimana Pd6Cl12 menjadi satu. Struktur dari uraian logam ini dikelilingi oleh 4 atom Cl dilingkungan segi 4 planar dengan 6 bagian yang dihubungkan oleh jembatan halogen.

Dimana atom IV b berkumpul membentuk struktur oktahedral dengan Izatom halogen (Cl) sebagai jembatannya. Disin ß-pdCl2 kelihatan kovalen dan sangat stabil, hal ini dikarenakan penghubung hhalogen (Cl) lebih suka terhadap ikatan logam. logam seperti pada (Nb6Cl12)2+.

Reaksi penting yang terjadi antara PdCl2, dan alkena, seperti etena. Pada bentuk kompleks (Pd(C2H4)Cl3)_, (Pd(C2H4)Cl), dan (Pd(C2H4)2Cl2).

Hal ini sama untuk gabungan Pt : sebagai contoh , garam ziese’s K(Pt(C2H4)(Cl)3). H2 yang terbentuk kristal warna kuning dan telah ada sejak tahun 1825. Bentuk Pd kompleks alkena disini berbeda, dimana bentuk ion (Pt(C2H4)(Cl))- adalah segi empat planar dengan Cl pada tiga sudutnya dan CH2=CH2 pada sudut lainnya. meskipun begiyu molekul CH2=CH­2 tegak lurus terhadap bidang aklasnya (PtCl3) dan 2 atom C yang hampir sama jenuh jaraknya dengan Pt. Jarak antara kompleks C=C adalah 1.375Ao pada etena.

Kompleks antara PdCl2 dan alkena dapat diuraikan oleh air membentuk etenal. K2(Pt(CN)4). 3H2O merupakan kompleks yang sangat baik, tidak berwarna dan stabil. Struktur kristalnya berbentuk segi empat planar yang dapat bertumpuk satu samalain, twtapi dalam keadaan padat tidak dapat menghantar arus listrik. Meskipun begitubeberapa kompleks dapat diperoleh secara konduksi listrik pada satu dimensi dan biasanya dichoric. Jika gabungan antara oksidasi ini kemungkinan memberikan warna seperti perunggu yang mana gabungan ini kurang positif seperti Pd K2(Pt(CN)4)Br.3H2O dan K2(Pt(CN04)Cl. 3H2O yang nengisi orbital d2 pada ataom Pt, serta memberikan ikatan diluar sepanjang rantai Pt. Br merupakan pemberi electron yang memindahkan rata-rata 0,3 elektron dari (pt(CN)4)2-

Disini pengikat d2z hanya mengisi tempat 6,6 dst arus listrik dihantarkan oleh mekanisme logam pada dimensi satu.

Pada K2[Pt(CN)4] 3H2O jarak antara pt-Pt 3,48A, tetapi pada kekuatan yamg sama pada 2 orbital (d2z) yaitu K2[Pt(Cn)4] Br 0,3-3H2O jarak Pt-Pt adalh 2,8- 3,0 Ao.

Dalam ilmu kedokteran, pengobatan dapat dilakukan menggunakan gabungan Pt(+JC), dimana yang digunakan adalah gabungan isomer pada [Pt(NH3)2(Cl)2] sebagai obat anti kangker untuk jenis kagker ganas. dan isomer trans tidak dapat digunakan. Pada isomer as disebut displatin dan sangat beracun ini dapat disuntik kedalam aliran darah dan kumpulan Cl yang sangat reaktif akan hilang sehingga atom Pt akan bertumpuk dengan N pada Guanosin (bagian molekul DNA). Molekul as platin dapat bergabung membentuk 2 guanosin yang berbeda oleh penghubung antara keduanya terganggu sehingga reproduksi DNA normal, dimana sel yang mengalami pembelahan diserang oleh usplatin. Tumor biasanya tumbuh secara cepat teteapi sel sumsum tulang (penghasil darah merah dan putih) dan reproduksi pria/testis (penghasil sperma) sangat mempengaruhi kemungkinan hasilnya mengejutkan namun banyak pasien yang dapat disembuhkan. Disana kritik seimbang antara pemberi asplatin sebagai pembunuh tumor dan membiarkan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari gangguan bakteri dan virus.

Larutan yang terdiri atas HCl dan CuCl2 dapat teruarai bila ditambahkan O2

2 CuCl2 + 2HCl + 1/2O2 → CH3CHO

Proses ini dapat berjalan karena reaksi antara Pd dan CuCl2 sanagat banyak, lalu katalisator dapat berputar kembali sehingga hanya sedikit atom Pd yang diperlukan untuk mengisi kembali orbital yang kosong.

Dengan propena CH3-CH=CH2, dengan hasil asetona. REaksi ini terdapat hiat yang sangat penting. Jika reaksi ini membawa kaluar asam asetat, maka etena diubah menjadi fenil asetat. Pemikiran/pendapat ini tidak dapat dimanfaatkan karena dapat menyebabkan kerusakan dan sukar mengkatalis, seperti pada Pd(II) asetat (Pd(CH3COO)2)3. Disini memiliki struktur berbeda, dimana terdiri atas 3 atom logam bentuk segitiga dan disatukan dengan 6 buah asetat.

PdCl2 merupakan katalis pada reaksi antara etena, CO dan H2O.

CH2=CH2+CO+H2 → CH3CH2COOH

Garam halus hijau memiliki susunan (Pt(NH3)4)2+, (PtCl4)2+ dan bentuk segi empat planar negative dan positif yang bertumpuk satu sama lain. Struktur ini terjadi antara kompleks (Pd(NH3)4)2+, (Pd(SCN)42- dan (Cu(NH3)42+, (PtCl4)2-.

Atom logam yang letaknya berdampingan memungkinkan atom ini berorientasi dengan yang lain membentuk ikatan logam-logam. Bukti dari penjelasan ini jika anion dan kation yang berisi Pt(+II) tidak berwarna, berwarna kuning pucat atau merah muda, secara sendiri-sendiri, tetapi suatu saat tumpukan ini akan bersatu dan memprlihatkan perbedaannya yaitu perubahan warnanya menjadi warna hijau dan biasanya ditambah dengan kemampuannya untuk menghantarkan listrik. (Pt(etilendiamin)Cl2) merupakan tumpukan yang sama.

Daerah (+II), pada daerah ini tidak penting bagi tiga logam, beberapa Ni(+III) bergabung. Oksidas Ni(OH)2 pada larutan alkalin dengan Br2 memberikan Ni2O3.2H2O berupa padatan hitam, yang sama terdiri atas NiO dan Uap air jika Ni bergabung NaOH dan oksigen menggelegak.

oksidasi Ni(OH)2 dalam solusi bersifat alkali dengan Br2 meghasilkan Ni.O32H2O sebagai padat hitam, yang menguraikan ke NiO pada pengeringan. JIka Ni dipadukan dengan NaOH dan Oksigen sampai bergelembung. Sodium niekelate(III) Na[NiIIIO2] berbentuk status K3[NiF6] dapat disiapkan dengan pencampuran NiCl2 dan KCl pada tekanan dan temperatur tinggi.

Tingkat IV

Pencampuran NiCl2 dan KCl menghasilkan K2 kompleks merah K2[NiIVF6] yang mengoksidasi dan membebaskan O2 dengan air.

Platina platnized atau platina electrode hitam sering digunakan untuk daya konduksi pengukuran dan ini dibuat oleh electrolyzing heksaa khloropaltina [PtCl6]2. Platina membentuk alkil yang diturunkan oleh suatu reaksi grignard.

4PtCl4 + 12CH3MgI → [(CH3)3PtI]4 + 8MgCl2 + 4MgI2

Ini hanya ditemukan untuk Pt dan jarang (+V) status diwakili oleh PtF5 yang mana adalah tetrameric dan mempunyai struktur yang sama sebanyak transisi yang logam pentaflourin. [PtF6] ion juga berisi Pt(+V) dan dibentuk yang pertama bereaksi PtF6 dan O2 untuk memberi campuran itu O2[PtF6]-.

Pencampuran Horizontal Dalam Besi/Setrika, pengelompokan UNsur Kimia/ KObalt dan Nikel.

Batang rel yang mengandung besi Fe,Co dan Ni menunjukan persamaan horizontal dan berbeda dengan batang-batang rel platina dalam arti bahwa batang-batang rel yang mengandung besi jauh lebih reaktif. Didalam batang-batang rel yang mengandung besi kereaktifan berkurang dari Fe ke Co ke Ni. Melebihi keadaan oksidasi yang maksimum adalah Fe (+VI), Co(+IV) dan Ni(+IV), unsure-unsur ini jarang melebihi keadaan oksidasi III. Kecendrungan ke trivalensi berkkurang keseberang periode itu. Fe3+ adalah status yang umum tetapi Co3+ adalah suatu unusur yang menmgoksidasi kuat kecuali jika komplek, dan nikel adalah divalent, unsure-unsur secara relative berlimpah.

Batang-batang rel platina Ru,Rh,Pd,O,Ir dan Pt jauh lebih mulia disbanding batang-batang rel yang mengandung besi, dan dipengaruhi sedikit kecil oleh cuka. Reaktifitas dari batang-batang rel meningkatkan dari Ru ke Rh ke Pd dan dari O ke Ir ke Pt, yang mana adalah kebalikan dari kecendrungan didalam batang-batang rel yang mengandung besi itu. Halogen bereaksi dengan batang rel hanya pada temperature tinggi, dan menerbitkan yang lebih tinggi Valensi e.gO5F6, Irf6, PtF6 valensi keadaan yang kelebih rendah adalah unsure yang stabil kecuali didalam kompleks, sedikit ion sederhana ada. Oleh karena itu lantanida singkatan, radii dari detik/second dan baris elemen transisi yang ketiga adalah semua sama. Begitu pula volume atom mereka hampir sama, sehingga kepadatan O,Ir, dan Pt serta Ru, Rh.

Kedua-duanya ferrous batang-bantang rel dan batang-batang rel paltina dalah element transisi khas, dan ditandai oleh:

  1. Campuran yang diwarnai
  2. Variabel valency
  3. Suatu kemampuan untuk membentuk campuran koordinasi
  4. Perbedaan antara kedua kelompok adalah:

    1. Stabilitas yang lebih tinggi oksidasi keadaan yang ditingkatkan

    2. Hilangnya bentuk sederhana dari ion

    LAMPIRAN

    1. Pertanyaan: berikan penjelasan tentang tabel isotop pada penjelasan tentang Platina, kemudian mengapa α Pt Platina tidak dapat larut dalam air ? Isotop merupakan suatu nuklida yang memiliki jumlah proton yang sama namun jumlah massa atom dan dan neutronnya berbeda. Di alam unsur platina terdapat dalam 12 isotop, dimana 7 isotop tidak stabil yang jarang terdapat di alam dan 5 isotop stabil yang banyak terdapat di alam. Dalam tabel isotop tersebut iso menunjukkan isotopnya, NA merupakan nomor atom, DM menunjukkan jenis partikel yang dipancarkan atau diemisikan oleh isotop pt dengan waktu paruh tertentu dan energi tertentu untuk membentuk unsure lain yang lebih stabil.

    α Pt klorida tidak dapat larut dalam air karena seperti yang telah kita ketahui bahwa platina merupakan logam mulia yang bersifat inert atau sukar bereaksi, platina tidak dapat bereaksi asam oksidator kuat seperti HNO

    3(pekat,encer), H2SO4pekat,encer), platina hanya bias larut dalam air raja dengan perbandingan volume HCl:HNO3= 3:1,platina mungkin bias bereaksi dengan HNO3 pekat dengan catatan dalam keadaan atau kondisi termal (temperatur).

    2. Pertanyaan : Mengapa Sifat fisis Co mempunyai warna berbeda-beda ??

    Co mempunyai warna yang berbed-beda karena orbital 3d pada Co masih belum terisi penuh jadi kemungkinan terjadinya eksitasi atau perpindahan electron dengan tingkat energy tertentu dan menyerap cahaya tampak dengan panjang gelombang tertentu, efeknya adalah timbul warna sesuai dengan tingkat biloks nya.

    3. Pertanyaan : Cara memproduksi kobalt dan reaksi yang terjadi pada kobalt ??

    Unsur kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul hipoklorit sodium (NaOCl)

    Berikut reaksinya :

    2Co2 + (aq) + NaOCl(aq) + 4OH(aq) + H2O2Co(OH)3 (s) + NaCl(aq)

    Trihydroxide Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian dipanaskan untiuk membentuk oksida dan kemudian ditambah dengan karbon sehingga terbentuklah unsure kobalt metal.

    Berikut reaksinya :

    2Co(OH)3 (Heat) Co2O3 + 3H2O

    2Co2O3 + 3C 4Co(s) + 3Co2(g)

    Kobalt (II) klorida dapat disiapkan dalam bentuk anhidrida dari kobalt logam dan klorin gas.

    Co (s) + Cl 2 (g) → CoCl 2 (s) Co (s) + Cl 2 (g) → CoCl 2 (s)

    Bentuk hidrat dapat dipersiapkan dari kobalt (II) hidroksida atau kobalt (II) karbonat dan asam klorida :

    Co(OH) 2 + 2 HCl → Co(H 2 O) 6 Cl 2 Co (OH) 2 + 2 HCl → Co (H 2 O) 6 Cl 2

    CoCl 2 + 2 [(C 2 H 5 ) 4 N]Cl → [(C 2 H 5 ) 4 N)] 2 [CoCl 4 ] CoCl 2 + 2 [(C 2 H 5) 4 N] Cl → [(C 2 H 5) 4 N)] 2 [CoCl 4]

    4. Pertanyaan : Sifat fisis dan kimia logam Co ??

    1. Sifat Fisika logam Cobalt :
    • Logam berwarna abu – abu
    • Sedikit magnetis
    • Melebur pada suhu 14900C dan mendidih pada suhu 35200C
    • Memiliki 7 tingkat oksidasi yaitu -1, 0, +1, +2, +3, +4 dan +5

    2. Sifat Kimia logam Cobalt :
    • Mudah larut dalam asam – asam mineral encer
    • Kurang reaktif
    • Dapat membentuk senyawa kompleks
    • Senyawanya umumnya berwarna
    • Dalam larutan air, terdapat sebagai ion Co2+ yang berwarna merah
    • Senyawa – senyawa Co(II) yang tak terhidrat atau tak terdisosiasi berwara biru.
    • Ion Co3+ tidak stabil, tetapi kompleks – kompleksnya stabil baik dalam bentuk larutan

    maupun padatan.
    • Kompleks-kompleks Co(II)dapat dioksidasi menjadi kompleks – kompleks cobalt(III)
    • Bereaksi dengan hidogen sulfida membentuk endapan hitam.
    • Tahan korosi

    5. Pertanyaan : Platina membentuk banyak kompleks oktahedral yang inert secara termal dan kinetik, jelaskan Dari kalimat itu.??

    Platina adalah logam mulia yang bersifat Inert (Sukar bereaksi dengan unsur lain) tetapi platina masih memiliki sifat unsur transisi yang khas yaitu membentuk ion kompleks

    Sebagai contoh : Logam pt dilarutkan dalam asam nitrat (HNO3) pekat maka akan membentuk kompleks oktahedral yang sangat lambat yang dipengaruhi oleh beberapa faktor:- kereaktifan logam itu sendri

    - suhu yang digunakan dalam reaksi

    - laju reaksi dari pembentukan endapan itu sndiri

    - konsentrasi pereaksi yang digunakan.

    Jadi kata termal berarti tergantung suhu yang digunakan dan kinetik yaitu laju reaksi yang terjadi dalam reaksi itu sendiri.

    Faktor diatas sangat mempengaruhi pembentukan kompleks oktahedral sehingga dalam reaksi nya perlu perlakuan yang khusus.

    5. Pertanyaan : Jelaskan tentang pembuatan kobalt.??

    Unsur kimia kobalt diproduksi dari :

    NaOCl + 2CO 2+ + 4OH- →CO(OH)3 (s) + NaCl

    dalam suasana basa

    kemudian Ca(OH)

    3 dipanaskan

    Ca(OH)3 → CO2O3

    Lalu

    CO2 O3 + 3C → CO + 3O2


    DAFTAR PUSTAKA

    • J. D Lee. 1991. Concise Inorganik Chemistry Newyork : Chapman dan Hall.
    • Irfan Ansory & Hiskia Achmad, 2003. Kimia SMU.
    • Bandung
      : Erlangga.
    • Drs.Sastra Wijaya tresna, M,Sc. Kimia Dasar II Modul I sampai IX Jakarta:
    • Erlangga.


      • Ralph H. Petrucci- Summinar. 1989. Kimia dasar I Jakarta: Erlangga.

      • WWW. COM . / htp/ Google Nikel,Kobal, Palladium, dan platina.

      • Wilkinson & Kotton, 1989. Kimia Anorganik Dasar, Jakarta: UI Pres

      • Mulyono, HAM, MPd. Drs, 2005. Kamus kimia, Bandung: PT Bumi Aksara.








      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar